Bangkit dari abu perapian band terdahulu para personilnya, A Curious Voynich pada awalnya adalah proyek alter-ego dari dua orang individu yang telah berkarya melalui entitas berbeda dengan dibantu oleh dua orang kolaborator lain. A Curious Voynich lahir sebagai interpretasi dari sebuah manuskrip kuno yang ditemukan oleh Wilfrid M Voynich pada tahun 1912. A Curious Voynich (ACV) berusaha menerjemahkan ulang semangat dari citra manuskrip Voynich yang diselimuti misteri dan mengundang kontroversi mengenai kemungkinan hoaks atau rekayasa dengan menjadikan proyek ini sebagai sebuah entitas baru yang juga penuh anonimitas di awal kemunculannya, dengan begitu mereka berharap para pendengar musik dapat lebih fokus terhadap musik yang mereka mainkan.

Agresif, melankolis, dan emosional merupakan gambaran yang pas untuk mendefinisikan musik yang mereka mainkan dengan bauran lirik personal berisi pertanyan dan pernyataan terhadap pemikiran manusia. ACV telah merilis satu buah mini album dalam format kaset pita berjudul The Encryption Of Secret Messages pada tahun 2013 lalu melalui Hujan! Rekords serta satu buah maxi-single cdr yang diedarkan dengan sistem barter. Setelah melakukan satu kali pertunjukan sebagai band pembuka di gelaran tur Kids On The Move (Malaysia) di Bogor, ACV kemudian memutuskan untuk hiatus sampai dengan waktu yang tidak ditentukan.

Enam tahun berselang, kini ACV kembali bangun dari peristirahatannya dengan mengusung konsep musik dan kolaborator yang berbeda. Terdiri atas Gustmar Helmy (eks Hate To Think, eks Gravebehold), Dito Buditrianto (eks Cause, eks The Glans, Session Guitarist Efek Rumah Kaca), Idoth (eks Last Pain, Heaven In), Rifal (Rasvala), dan Omadith (Life Cicla), ACV kemudian merampungkan dua buah materi baru yang dirilis dalam satu kesatuan berjudul Orbis Alius: Season One. Sebuah awalan dari bagian dwilogi yang akan mereka bangun.

Orbis Alius: Season One mengintegrasikan pengaruh musikal seperti post-hardcore, sempalan corak gitar yang bertekstur a la 90s indie rock, agresivitas alternative metal, etos dan semangat hardcore/punk, serta lirik mengenai melankolia, kehidupan personal manusia, serta pertanyaan mengenai mitos dan fantasi yang dipengaruhi oleh buku The Silmarillion karangan J. R. R. Tolkien dan film bertema dua dunia seperti Stranger Things dan Silent Hill.

“Orbis Alius banyak terinspirasi dari mood dan warna yang gue tangkep setelah selesai baca bukunya Tolkien yang The Silmarillion, dari situ gue kepikiran untuk menerjemahkan ulang dalam bentuk musik sesuai dengan karakter musik dari ACV,” pungkas Dito. Ia kemudian menambahkan bahwa buku-buku fantasi dan konsep mitologi memang menjadi benang merah dari Orbis Alius dengan rilisan ACV terdahulu. “Kita kemudian jamming dan melakukan workhsop dengan mengajak Idoth, Rifal, dan Adith, ternyata hasilnya memuaskan, gak lama langsung kita rekam”, lanjut Dito.

“Orbis Alius artinya dunia lain atau otherworld, kita ambil judul tersebut karena selain terpengaruh oleh film-film bertema dua dunia yang saling terpaut seperti Stranger Things dan Silent Hill, di rilisan ini juga masing-masing lagu memliki corak yang berlainan secara musikal namun memiliki tema cerita yang saling berkeseninambungan satu sama lain,” ujar Gustmar. Dibuka dengan “Hang Your Hole” yang agresif dan ditutup oleh “Ain’t No Words yang melankolis, Orbis Alius: Season One menjadi representasi dua dunia yang coba diterjemahkan oleh ACV.

“Mungkin akan terdengar melenceng jauh, tapi kita memang sepakat untuk tidak membatasi output dari musik ACV dan memperluas wilayah musikalnya, tapi semua masih dalam satu koridor dan akar musik yang sama,” ujar Idoth. Orbis Alius: Season One sendiri merupakan bagian pertama dari dwilogi yang akan mereka telurkan tahun ini berkerjasama dengan Hujan! Rekords dan dibantu oleh kolektif BengkelTigaDanEmpat serta Bens Co Studio.

“Bagi kami Orbis Alius adalah buah dari eksperimentasi dan jamming, lebih sederhana, tidak terlalu kompleks, bernuansa fantasi, tetap agresif, dan punya sensibilitas rock yang melodis,” pungkas Adith. Orbis Alius: Season One dilepas secara resmi dalam bentuk digital pada tanggal 8 April 2019 via situs resmi Hujan! Rekords serta dalam bentuk CD di gelaran Record Store Day Indonesia di Kuningan City tanggal 12-13 April mendatang.

“Bisa jadi arah musikal kita akan lebih bergeser di bagian kedua nanti, mungkin karena latar belakang musik kita yang berbeda-beda, siapa tahu, oleh karena itu kami melepas Orbis Alius ini sebagai langkah awal,” tutup Rifal. Bersiaplah untuk kembali menyelami dunia fantasi dari sisi agresif dan melankolis bersama A Curious Voynich melalui Orbis Alius: Season One, a one way ticket to the tales and myths of melancholy.


PROFILE


Foto Oleh @Agungllyn

 

 

 

 

 

 

 

A Curious Voynich adalah:
Gustmar Helmy (Vokal)
Dito Buditrianto (Gitar)
Idoth (Gitar)
Rifal (Bass)
Omadith (Drum)


Contact:


+62 857 8246 0634
Instagram


Leave a Reply