Satu Dekade Hujan! Rekords

posted in: Blog, News | 0
“Well, sad, small, sweet, so delicate
It used to be this dying breed
Well, I’ve got a bad feeling about this
I’ve got a bad feeling about this…”
Taking Back Sunday – A Decade Under The Influence

Bulan ini Hujan! Rekords telah memasuki satu dekade pertamanya. Dimulai dari sebuah kamar kecil di sebuah gang di tengah-tengah Kota Bogor, Hujan! Rekords sebagai sebuah kolektif kecil mengalami banyak perubahan dan fase perkembangan yang tidak bisa dibilang mudah. Hadir ketika scene musik lokal di Kota Bogor sedang mengalami pasang surut, penetrasi Hujan! Rekords saat itu banyak mengandalkan media sosial dan internet sebagai tumpuan. Berawal sebagai sebuah netlabel dengan tradisi budaya berbagi, Hujan! Rekord ketika itu hadir dengan tujuan untuk mengakomodasi talenta-talenta yang memiliki kendala finansial untuk merilis karyanya dalam bentuk fisik dan memberikan alternatif penyelesaian melalui jalur net-release secara gratis melalui format digital audio di bawah lisensi Creative Commons. Konsep dari Hujan! Rekords sendiri ialah mencari dan mendistribusikan band-band yang berpotensi dan memiliki karya yang berkualitas. Dalam menjalankan label ini, kami pada dasarnya tidak mengincar keuntungan dari segi materi, karena label ini dibuat atas kecintaan kami terhadap musik dan misi untuk memperkenalkan hasil karya band atau musisi yang menurut kami berpotensi kepada pendengar lain yang lebih beragam. Seiring berjalannya waktu, Hujan! Rekords mengalami pergeseran bentuk dan perlahan mulai memiliki keuntungan secara finansial (walaupun tidak bisa dibilang banyak) yang kemudian menjadi “modal” untuk menghidupkan Hujan! Rekords hingga saat ini.

Ya, dengan mempertimbangkan banyak hal, sejak tahun 2014 lalu kami tidak hanya merilis musik secara digital, tapi juga melalui medium rekaman fisik seperti kaset dan CD selayaknya label konvensional. Salah satu hal yang mendasarinya adalah upaya kami untuk tidak membatasi jenis medium yang dipergunakan dalam merilis suatu karya. Tidak hanya itu, kami juga mulai menginisiasi beberapa perhelatan gigs dan tur teman-teman dari luar kota yang ingin menyambangi Bogor. Sebelumnya, Hujan! Rekords sendiri pernah mengembangkan sayap dengan membentuk freeform (online) radio dan portal musik bernama Hujan! Radio yang sempat menjadi salah satu portal musik yang berkembang cukup pesat pada kurun waktu tahun 2010-2013. Yang paling baru, kami bermitra dengan sebuah agregator telah mengeluarkan rilisan digital melalui layanan musik streaming. Kami di Hujan! Rekords tetap mencoba bertahan dan relevan dengan kondisi ekosistem musik yang berjalan saat ini beserta percepatan teknologi yang mengiringinya. Jika harus menukil sebuah istilah, mungkin Improvise, Adapt, and Overcome milik US Marine adalah mantra yang tepat bagi kami.

Sepuluh tahun, bukan waktu yang singkat. Kami memulai semua ini ketika sebagian besar dari kami masih berada di awal usia 20 tahun, saat ini? Tinggal dijumlahkan saja. Kenaifan kami di awal Hujan! Rekords bermula masih menjadi bahasan yang laik untuk ditertawakan jika kami berkumpul, tapi kami juga cukup bisa berbangga hati, karena label ini bisa berjalan di luar yang kami perkirakan sebelumnya. Banyak orang yang terlibat dan melibatkan diri di Hujan! Rekords sedari awal kemunculannya. Orang-orang yang rela merepotkan dan direpotkan untuk kerja kolektif atas dasar kecintaan terhadap musik,  serta rela mensiasati waktu karena kesibukan lain di luar mengelola label ini. Tujuan kami pun bertambah, sebagai bagian dari bentuk usaha pendokumentasian arsip pergerakan musik lokal, khususnya di kota kami, Bogor. Dimulai dari sebuah kamar, dan kembali ke kamar tersebut. Kami sempat beberapa kali berpindah markas, dari menumpang ke sebuah NGO, hingga menyewa sebuah petak di Dadali 10. Mulai dari beramai-ramai, hingga hanya berjalan sendiri. Semuanya adalah proses, entah menuju lebih baik atau malah lebih buruk. Yang pasti, saat ini, kami tetap berjalan dan memposisikan diri sebagai sebuah label musik aktif.

Tiga puluh tujuh rilisan digital, lima belas rilisan fisik, dan satu buah sampler dalam kurun waktu sepuluh tahun, beserta pertemanan yang mengiringi dan tak terhitung serta tak ternilai harganya. Kami tidak pernah tahu kapan pastinya label ini mulai berdiri, tapi jika mengacu pada tanggal rilisan kami yang pertama, maka tanggal 10 September adalah jawabannya. Tidak ada harapan yang terlalu muluk, tidak ada doa yang terlalu manis, kami hanya berharap label ini akan terus ada apapun platform-nya, sebagai sebuah katalis. Akan ada perayaan, bentuknya? Segera kami informasikan, silakan ikuti update kami di media sosial. Oh ya, kami baru saja merilis mini album milik Rrag, band indierock muda potensial yang kami favoritkan selain Texpack, stock terakhir kasetnya masih bisa kamu dapatkan di Eternal Store. Bogor sedang ramai dan aktif, ada banyak keriaan yang bisa disambangi tiap minggunya. Acara dikusi dan ‘budaya ngobrol’ mulai terasa di kota ini, senang sekali. Seperti halnya tulisan rasa syukur, ucapan terima kasih secara spesial tentu saja kami haturkan kepada kalian yang tak bisa kami sebutkan satu persatu, yang telah membantu keberlangsungan kami secara langsung maupun tidak langsung melalui berbagai cara, kolaborasi, dan interaksi. Mungkin  untuk saat ini, hanya itu yang bisa kami beritakan, oh dua hal lagi yang terlupa, kami berencana bekerja sama dengan band baru bermuka lama, selain itu katalog-katalog lama kami juga rencananya akan dirilis di layanan musik streaming, jangka panjang tentu saja. Terima kasih, ya. Excelsior, onward and upward to greater glory. Sampai ketemu di dunia nyata, tabik.

“After a decade
we’re still nothing”

Leave a Reply